Tuesday, 20 January 2009

surat ungu untuk nuha

karya Noor Suraya ni tiada bandingan.

Sepanjang perjalanan dari KL central ke butterworth (atau Bagan) melalui bas ekspres itu, semua rasa cukup. Sedih, gembira, keagamaan, lucu...hah! Saya sukakan buku ini.

Ayat yang sungguh indah hingga mengakibatkan aku tiba-tiba bercita-cita menjadi seorang sasterawan.

'Kelip-kelip kusangka api, kalau api mana sumbunya'

Wednesday, 7 January 2009

rojak

i knew that Allah takes care of me more than i do. And that's a blessing i should be thankful of.

It really hurts when we want something that's impossible. I'm THAT! Hoping something that's impossible. And hurting my own feeling is my part time job these while.

Mencari secebis perasaan jauh dalam sudut hati. Benarkah, atau berdustakah pada hati. Lelah dan penat menipu diri menahan rasa fitrah yang sepatutnya menjasadi hati manusia. Lupakan jauh dalam sudut hati. Biar ia dengan pandangan sendiri membuat andaian yang akhirnya menafikan kewujudan sesuatu itu...ia adalah ia yang begitu...sukarnya manusia!

As always, i'm good at lying to my own feelings.

rasa tiada bau dan warna.kelat,masam,masin.rasa yang punya pertimbangan, bukan yang lainnya.

Thursday, 18 December 2008

kertas baru


hari semalam
umpama kertas-kertas berterbangan
tiada yang berguna
ringan dan mudah pergi
memori yang tercatat terpaksa kulupakan
bukan kumahu, tapi kuterpaksa
mengapa?
salah satu dari kertas-kertas itu
adalah kertas hitam
namun berkilat
pandangan duniawi mengatakan cantiknya kertas itu
mempesona dan menarik
hati asyik melihat dan merasainya
namun nyatanya
asalnya
kertas itu tetap hitam
contenglah, padamlah
hitamnya kekal
asalnya maksiat
dosa
dosa yang mengikis pinggir hati yang dulunya bercahaya
apa yang lebih baik dari membuangnya?
aku memilih akhirat berbanding dunia
terbanglah kertas-kertas itu
pergi dan luput
hilang dari pandangan hatiku
pandangan mataku
dari hidupku
lampirkan kertas baru
putih dan bersih
buat memulakan hidupku kembali
dengan lembaran murni
dari iman dan taqwa

Sunday, 14 December 2008

Aku bukan riam

by diya-Ck, teratak santai

Carik-carik gemersik indah sang kelemayar
Terbang suka membelah malam nan kelam
Terpaku aku saat dia terbang indah berkelip-kelip kehijauan
Bersinar tanpa tahu erti sebenar sinar dan cahaya

Berlalu sang kelemayar
Kembali aku seperti kapal tanpa layar
Berkemudi tanpa haluan
Walaupun laut luas di hadapan

Percaya pada kehidupan
Percaya pada sinar dan harapan
Namun tidak beerti semuanya indah di perasaan

Aku bukan Riam
Yang menjadi khazanah rimba
Menambat suka manusia
Manusia yang hanya tahu mencintai
Tetapi buta untuk menghargai

Lantas aku terus tersisih ke tepi
Dibuang tanpa belas dan simpati
Terkapai-kapai berjuang supaya tidak mati..
Tak mungkin mati!
Selagi aku punya Tuhan bersemi abadi di hati

Aku ibarat ke hulu mencari rindu
Ke selatan mencari keikhlasan
Ke utara mencari cinta..
Lantas tiba-tiba di barat aku terluka
Tiada apa yang aku pinta..cuma ketulusan jiwa..

Mulus..telus..
Belajar untuk menelan keredhaan
Ketentuan..dan..pengakhiran sebuah..pertemuan...
Rahsia hati..tak siapa yang tahu.....