
hari semalam
umpama kertas-kertas berterbangan
tiada yang berguna
ringan dan mudah pergi
memori yang tercatat terpaksa kulupakan
bukan kumahu, tapi kuterpaksa
mengapa?
salah satu dari kertas-kertas itu
adalah kertas hitam
namun berkilat
pandangan duniawi mengatakan cantiknya kertas itu
mempesona dan menarik
hati asyik melihat dan merasainya
namun nyatanya
asalnya
kertas itu tetap hitam
contenglah, padamlah
hitamnya kekal
asalnya maksiat
dosa
dosa yang mengikis pinggir hati yang dulunya bercahaya
apa yang lebih baik dari membuangnya?
aku memilih akhirat berbanding dunia
terbanglah kertas-kertas itu
pergi dan luput
hilang dari pandangan hatiku
pandangan mataku
dari hidupku
lampirkan kertas baru
putih dan bersih
buat memulakan hidupku kembali
dengan lembaran murni
dari iman dan taqwa
No comments:
Post a Comment